Jumat, 29 April 2016

Sroyer: Negara Kolonial Indonesia Telah Gagal Diplomasi Internasional


Alouw Sroyer, aktivis GempaR mengatakan, Negara Kolonial Indonesia Telah Gagal Dalam Berdiplomasi Ditingkat Internasional Untuk Meyakinkan Dunia Internasional Atas Kependudukannya Diatas Tanah Papua Dan Berkeinginan Untuk Menggagalkan West Papua Masuk Menjadi Anggota Full Member Di Melanesia Spearhead Group (MSG).
Bahkan Sampai Dengan Saat Ini Mereka Masih Saja Berusaha Untuk Meyakinkan Dunia Internasional Dengan Menggunakan Politik Ekonomi.
Politik Ekonomi Digunakan Agar Dunia Internasional Bersimpati Terhadap Indonesia Dan Mendukung Indonesia Atas Kependudukannya Diatas Tanah Papua Tetapi Juga Menggagalkan West Papua Menjadi Anggota Full Member Di MSG. Indonesia Akan Terus Menerus Mencari Jalan Untuk Bagaimana Meyakinkan

Sabtu, 23 April 2016

Papua Darurat HIV/AIDS

Kami kaget dan geger di Jakarta, Warga: Indonesia, Belanda, Brasil, Australia(beberapa negara lain juga) dieksekusi mati pada 2014 hingga sekarang. Dengan alasan "Indonesia dalam status darurat (karena) ada 40 orang yang mati tiap hari karena Narkoba", kata Joko Widodo(20/1/14).
Jika dibuat matematikanya, 40 x 365 hari = 14.600 orang yang

Senin, 28 Maret 2016

ANTARA RENKING DAN REALITA


Oleh. PILIPUS ROBAHA

18 tahun sudah semenjak tumbangnya resim yang sangat otoriter dan juga fasis dibawah pimpinan sang jendral bintang tiga, Soharto. Atau yang lebih dikenal pada  kalangan aktivis Indonesia sebagai Boneka milik Negara kapitalis, Amerika Serikat. Indonesia dengan jumlah penduduk 230 juta manusia berhasil menempati posis ke 3 di dunia sebagai Negara berdemokrasi terbaik setela India dengan jumlah penduduk 1.2 miliar manusia. Sedangkan sang Kapitalis dunia, amerika serikat  menempati renking pertama Negara domkrasi terbaik dunia dengan jumlah penduduk 340 juta.

Selasa, 22 Maret 2016

TEROR: SEKJEN GempaR DI CARI INTELJEN KOREM DI KAMPUS HINGGA DI UNDANG KE POLDA PAPUA

Berikut adalah Kronologis disampaikan oleh Samuel Womsiwor (Sekjen GempaR)

1.       Hari selasa, 15 Maret 2016, mahasiswa Hubungan Internasional FISIP-Uncen menemui saya, sekitar pukul 09.00 WP. Dengan tujuan meminta nomor Handphone saya. Tetapi alasan keamanan, saya memberikan nomor lama saya. Yang meminta nomor saya, katanya salah satu pimpinan di Korem Padang Bulan, John Dahar, dengan alasan setiap aksi-aksi mahasiswa selalu di bantu(Backup) olehnya.

2.       Hari Jumat, 18 Maret 2016

Senin, 15 Februari 2016

TAKUT LAWAN MIFEE KARENA SUANGGI

Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) adalah salah satu mega proyek yang diresmikan pemerintah pada tahun 2010, bertujuan untuk memperkuat cadangan pangan dan bio energy nasional, agar siap memasuki pasar pangan dunia.

Sabtu, 13 Februari 2016

FOTO-FOTO RAJA SAWIT DAN PENGUNDUL HUTAN DI BOVEN DIGOEL (PT KORINDO GROUP)

BISA DI BACA DI LINK INI 
http://gemparpapua2013.blogspot.co.id/2016/02/peta-perusahaan-sawit-di-boven-digoel.html


 PINTU II TEMPAT MASUK BURUH

Kamis, 11 Februari 2016

PETA PERUSAHAAN SAWIT DI BOVEN DIGOEL



Hari ini di Papua kita bersama telah mengikuti proses pengadilan masyarakat Nabire dan perusawan sawit PT Nabire Baru yang telah merampas hak-hak masyarakat. Semua masyarakat beranggapan bahwa ancaman perusawit hanya pada masyarakat nabire saja, atau hanya di wilayah Papua bagian utara. Namun ternyata justru Perusahaan Sawit di Nabire adalah salah satu dari ratusan perusawan sawit yang berinvestasi di Papua. Kita sebut saja, Sorong, manokwari, Bintuni, Fak-fak, Nabire, Jayapura, Kerom, Sarmi, Merauke, Asmat, Mapi, Yahukimo, hingga Boven Digoel. Hampir semua daerah di Papua telah menjadi daerah investasi kelapa sawit.

Boven Digoel adalah salah satu daerah yang luput dari pemberitaan karena sangat rapi dan tertutup, baik informasi hingga data,  padahal diwilayah Boven Digoel tidak hanya perusahaan Sawit samata melainkan perusahaan kayu yang telah menghabisi hutan diwilayah itu. Perusahaan tersebut adalah PT Korindo Group di Asiki yang telah beroperasi dari tahun 1990. Pada tahun 1998, Korindo mengantungi izin untuk menam kelapa sawit di dua wilayah dekat Asiki. Pada awalnya ada penolakan oleh masyarakat asli, namun karena siasat Korindo membuat masyarakat berpindah dan memberikan lahan  tersebut.

Kontras melaporkan bahwa pada tahun 2004, anggota militer rutin dibayar oleh Korindo untuk menjadi pasukan pengaman, sebagai kespakatan yang disusun oleh para pimpinan TNI dan Korindo di Jakarta. Tentara juga mendapatkan pemasukan tambahan dari usaha minuman keras, serta memaksa warga menyerahkan barang berharga seperti kulit buaya, tanduk rusa, atau ikan arwana.

Saat ini, anak perusahan Korindo yang bergerak di sector kelapa sawit, PT Tunas Sawaerma, tengah mengajukan izin untuk memperluas areal perkebunannya hingga 20.000 hektar. Kuat dugaan bahwa Korindo sedang mengusahkan untuk meperbesar wilayahnya disepanjang jalan trans Papua, mulai dari Asiki, melewati Tanah Merah hingga Minditanah. Perusahaan yang siap bekerja sama dengan Korindo adalah PT Wahana Agri Karya, PT Duta Visi Global, dan PT Visi Hijau Nusantara, informasi terkait kepemilkannya masih di rahasisakan.

Menara Group

Salah satu perusahaan yang sedang menjalankan proyek secara misterius di Boven Digoel adalah Menara Group yang di pimpin pengusaha Indonesia bernama Chairul Anwar. Mantan Kapolri sekaligus Duta Besar, Dai Bactiar, tercantum sebagai salah satu anggota dewan eksekutif perusahaan. Perusaaan ini telah mendapat izin beroperasi di lahan seluas 400.000 hektar dilahan milik suku Auyu yang sebagai besar adaah hutan primer.

Semua perusaan yang beroperasi di Boven Digoel saat ini telah mendapatkan Sk beroperasi oleh pemerintah baik pemerintah Pusat maupun di Kabpuaten (bupati). 
(Bersambung)

Ditulis oleh, Pak RT